Makan malam Natal di Perancis

Joyeux Noël

Merry Christmas

Selamat natal bagi kalian yang merayakannya 🙂

_MG_8157-1Baiklah, natal 2015 ini adalah natal pertama aku selama bermukim atau tinggal di perancis. Di tradisi keluarga pacar aku pada tanggal 24 december pada jam 7 malam mereka sudah bersiap-siap untuk Christmas dinner dan makanan tersebut biasa ada 5-6 tahapan. Tahapan tersebut berupa : Apéritif, entrée (yang biasa ada sampai 2x), plat, fromage, dan desserts.

Pada tahapan tersebut minumnya pun berbeda-beda, biasanya untuk makan-makanan daging yang putih, seperti seafood menggunakan White wine, sedangkan daging yang berwarna merah, seperti daging sapi, bebek dan keju menggunkan Red wine. Untuk makanan penutup minumannya adalah Champagne.

  • Apéritif , minuman beralkohol atau alkohol yang dikonsumsi sebelum makan. Apéritif biasanya ditemani snack atau makanan ringan, apéritif tersebut dimulai pada 1-2 jam sebelum makan. Berikut ini adalah apéritif kami yang terbuat dari roti, ikan salmon dan ikan sarden, dan di sajikan dengan Le Perlé de Groseille dengan minuman ini sangat cocok untuk apéritif kami pada malam itu.

_MG_8116Setelah makanan tersebut selesai, maka kami melanjutkan dengan yang disebut entrée. Tetapi sebelumnya kami membuka hadiah natal kami satu per satu sampai tahap makanan kami selesai.

_MG_8223

  • Entrée, makanan pembuka pertama kami, makanan ini terdiri dari lobster, udang dan bigorneau (sea snail) dan disajikan dengan baguette atau roti perancis dan juga dengan saus mustard bersama White wine Pouilly-Fuissé 2013.

_MG_8161_MG_8181

  • Entrée, makanan pembuka kedua adalah fois grass, pain d’epices dan salad sayur. Nah fois grass ini terbuat dari hati bebek, fois grass adalah salah satu makanan khas perancis dan dimakan bersama roti, bisa dengan baguette, tetapi yang paling cocok adalah roti yang terbuat dari rempah-rampah atau yang di sebut pain d’epices. Dan disajikan dengan White wine ALSACE Gewurztraminer Vendanges Tardives 2011, rasanya sedikit manis dan sangat cocok dengan fois grass.

_MG_8237

  • Plat, hidangan inti setelah makanan pembuka. Hidangan kami kali ini adalah 1 ekor angsa dengan sayuran yang sudah diolah menjadi pohon natal dan disajikan dengan Red wine Beaune 2001.

_MG_8309

Tradisi membuka hadiah dilakukan selama melahap makanan (christmas eve dinner) atau sebelum tangal 25 december.

Kenapa tanggal 24 ? karena di rumah kami gak ada anak kecil dan hanya kami berempat jadi tradisi buka hadiahnya dilakukan sebelumnya. Biasanya anak-anak percaya jika ada santa claus yang datang membawa hadiah pada malam hari tanggal 24 december dan dibuka dikeesokan harinya. yap kami membuka hadianya lebih awal 😀 dan hadiah natal yang paling besar di buka pada saat makanan penutup 🙂

_MG_8385_MG_8411

20151225_140657

Ini adalah salah 1 hadiah yang aku dapat di malam natal, peralatan merajut ❤ karena aku sedang belajar rajut

Setelah membuka beberapa kado, saatnya menyantap desserts atau yang kita bilang makanan penutup, seharusnya sih ada fromages (keju) tetapi karena perut sudah gak bersahabat alias kenyang maka kamipun langsung ke desserts. Mau tau apa makanan penutupnya ?

  • Desserts, makanan penutup yang selalu disantap disetelah fromage atau le plat. Ini adalah kue la bûche rasa mangga yang di campur dengan kelapa dan di hiasi coklat dan macarons. Di sajikan dengan Tsarine Champange Cuvée Premium Brut.

_MG_8516

Waktunya membuka hadiah natal yang paling besar…yaitu aku mendapatkan berupa 1 Laptop Asus N551jx yang berwarna Silver, merci pacarku dan kedua orang tuanya ❤ yang telah memberikan aku banyak hadiah di natal tahun ini. Laptop ini dihadiahkan agar aku rajin menulis artikel dan juga biar gak susah karena kalau mau bikin artikel pakai iPad agak kekecilan and so complicated 😦

Dan 1 lagi alasannya, biar gak gantian pake komputer pacar hehehe :D, topi yang aku gunakan ini juga salah 1 hadiah natal ku dari orang tuanya yang terbuat dari bulu kelinci 🙂 kelincinya bisa dilihat di artikel ini “Le Marché de Noël”

Begitu banyak hadiah natal yang aku dapat, karena mereka sangat mencintaiku ❤ yap beberapa orang bilang aku sangat beruntung…

20151225_104906 (2)

Beginilah tradisi natal di Perancis, dan bagaimana dengan Natal kalian ? semoga semuanya lancar dan diberkahi, amin…

Sekali lagi 🙂

Joyeux Noël

Merry Christmas

dan Selamat natal

_MG_8556

Advertisements

Persiapan Natal

Gak terasa sudah tanggal 17 december bentar lagi natal dan pergantian tahun. Pasti sudah pada sibuk, nyiapkan menu makanan yang harus di masak dan juga dekorasi rumah.

Well, kami berdua aku dan si ibu pacar sudah pada sibuk nih ngedekor-dekor rumah, nyari pohon beserta pernak-perniknya. Kalau di Indo pohon natalnya kebanyakan yang dari plastik / sintetis, berbeda dengan disini.

Disini asli semua loh dan ukurannya bermacam-macam, yang paling kecil sekitar 27 euro’an dan belum termasuk kaki untuk si pohon agar berdiri tegak hehehe, seperti tentara aja ya 😀 ya iya lah kalau gak pakai kaki bagaimana pohonnya bisa berdiri dan di dekor… Kalau mau yang lebih besar ya harganya pasti lebih mahal lagi.

Pencarian pun dimulai, tanggal 14 tadi tepatnya hari senin siang, kenapa kami perginya hari senin, karena kalau di weekend pasti lebih banyak pengunjung, males banget kalau harus ngantri-ngantri.

Kami pergi bertiga dengan 2 mobil, pacarku sendiri dan aku berdua bersama ibu si pacar. Kalau 1 mobil mau duduk dimana sedangkan pulangnya harus membawa si pohon, alhasil pacarkulah yang pulang duluan bersama si pohon…Aku dan si ibu harus ketoko lain untuk mencari lampu buat si pohon, susah boo lampunya harus yang warna biru keliling 3 toko dan untungnya dapat itupun sisa 3 kotak…ah rezeky emang gak kemana ya 😀

20151214_143025

Pohon camara  yang ada di toko Jardineries Truffaut, ini semua asli.

20151214_143241

Kaki untuk si pohon

20151214_143744

Ini pohon kami yang siap di pasang

20151214_145555

Salah satu dekorasi  natal di Truffaut

20151214_174834

Pohon cemara yang belum di dekor

20151214_190858

Voilà sudah selesai 🙂

20151214_190745

White and Blue decoration for christmas tree

20151213_153811

Di luar jendela pun kami hiasin 🙂

Buat kalian semangat ngehias ya… 😀

Le marché de Noël

Nah disini di Perancis ada yang namanya Le Marché de Noël (Christmas Market). Acara ini berlangsung hanya di satu weekend sebelum natal, dimulai pada jum’at malam sampai dengan hari minggu.

Bukan hanya di perancis saja yang ada acara seperti ini, di belgia juga ada…karena aku lihat medsosnya mba ifa 😀 mamak M makasih info photonya yang di IG hehehe

Le marché de noël ini selalu ada hampir di setiap kota di perancis,  dan menjual berbagai macam makanan, dekorasi maupun hadiah-hadiah untuk natal.

Nih aku sharing sedikit apa saja yang mereka jual 🙂

_MG_7747_1

Berbagai macam teh yang di campur dengan berbagai rempah-rempah, bunga dan juga buah-buahan,teh ini di jual perpaket. Kamipun membeli teh dengan bunga lavender, aromanya wangi dan bagus untuk kesehatan. Kalau minum teh lebih enak tanpa gula selain untuk kesehatan rasa tehnya lebih terasa. 

_MG_7754_1

Makanan yang terbuat dari L’escargots (siput / keong) ini makanan khas perancis, biasa di masak dengan butter dan daun sup yang di cincang.

_MG_7756_1

Buah Zaitun yang sudah di masak

_MG_7796_1

Penjual tiram, tiram ini makanan pembuka khas perancis juga selain si siput, tiram biasa di makan dengan perasan air jeruk (lemon)

_MG_7816_1

Tiram yang sudah di buka dan dimasukan air perasan jeruk lemon, kemudian langsung dimakan tanpa dimasak, apakah kalian mau mencoba ? 😀 aku sih gak tau rasanya bagaimana karena aku belum berani mencoba makan-makanan yang belum dimasak. 

_MG_7811_1

_MG_7783_1

Ada yang menjual baju juga loh, bukan hanya baju, disini juga ada sarung tangan, syal dan topi. Semua ini terbuat dari bulu kelinci, kalau di pakai hangat sekali dan lembut. Aku pun dibelikan 1 topi dari orang tua si pacar dengan harga 45 euro kalau di rupiahkan sekitar 700.000’an ya sebagai salah satu kado natal dari mereka 😀 so I will stay warm during winter…

_MG_7778_1

Bulu kelinci seperti ini yang di jadikan baju dan sebagainya 

_MG_7794_1

Macaron’s enak banget, untuk 12 macaron seharga 15 euro

_MG_7761_1

Ada juga loh yang menjual permainan, permainan ini terbuat dari kayu. Mainan yang aku pegang ini adalah mainan basket. 

_MG_7786_1

Caillou, makanan perancis sejenis saucisson juga.

Seperti inilah le marché de noël yang ada di kota tempat tinggal kami, semoga infonya sedikit membantu, bagi yang mau hijrah dan tinggal di perancis. Jangan lewat kan acara seperti ini terutama di bulan december 😀

Musim gugur (Autumn color)

Holaaaa, karena 1 minggu lagi musim gugur berakhir dan berganti menjadi musim dingin, maka artikel ini aku bikin khusus musim gugur atau autumn, atau juga bisa di bilang fall karena daun-daun berjatuhan.

20151027_150715

20151027_150619

Duduk di atas daun yang sudah berjatuhan

Sedikit informasi tentang musim-musim di Perancis. Musim gugur di Perancis dimulai pada tanggal antara 21 september dan berakhir pada 21 december.

Di Perancis sendiri ada 4 musim yaitu :

  • Musim dingin (Winter) / (l’hiver) : december – maret
  • Musim semi (Spring) / (le Printemps) : maret – juni
  • Musim panas (Summer) / (l’été) : juni-september
  • Musim gugur (Autum) / (l’automne) : september-december

Makanya sebagian orang mengatakan perancis adalah negara musim dan juga waktu di perancis selama 6  bulan sekali selalu berganti, yaitu jam tersebut mundur 1 jam. Ketika jam tersebut sudah mundur 1 jam selama 6 bulan maka dimajukan lagi 1 jam.

Beginilah aku ketika mau komunikasi di indo harus menghitung mudur 6 atau 7 jam yaa…(untuk yang di Kalimantan). Tetapi sekarang perbedaan waktunya menjadi 7 jam.

4 musim sudah hampir kulewati selama 10 bulan ini di Perancis, karena sebelumnya ketika aku datang pertama kali di Perancis pada bulan februari dan pada saat itu masih 0° celcius.

Beberapa orang sempat menanyakan, kaget gak waktu nyampe sana ? karena perbedaan cuaca dari yang hampir +30° celcius di Indonesia tiba-tiba dapatnya 0° ketika sampai di Peranics. Ya bersyukur waktu nyampe gak dilanda sakit, tatapi…wait, pas 1 bulan disini tiba-tiba terserang sakit flu dan batuk, gagal dong rencana dinner kami,  karena pas bertepatan anniversary kami berdua yang ke-2 tahun aku di landa sakit. Toeng…gagal but it’s ok lah walaupun gak jadi dinner yang penting masih bersama-sama menjalani hari-hari kami berdua dan sebuket bunga mawar 😀 lah kok curhat hehehe

Menyambung musim gugur, bulan oktober lalu waktu yang bagus banget untuk pengambilan photo, karena dibulan tersebut daun-daun sudah berganti warna, ya kalau ngambilnya di bulan november ya percuma yang ada hampir semua pohon sudah botak hehehe…

20151027_143307

Pohon yang ada di pinggir jalan di depan tempat tinggal kami

20151027_145209

Di Parc du Prieuré

20151027_152113

20151027_150000

20151027_15465220151027_15491220151027_154735

Suhu di musim gugur ini gak menentu, pernah sampai -3°c kadang juga +15°c ya harus memakai pakaian lengkap kalau keluar rumah, dan matahari pun kadang-kadang aja adanya. Setiap hari harus melihat ramalah cuaca biar gak saltum alias salah kostum 😀

12189805_1675187502705327_8551972960715517931_n

Foggy morning

autumn

Di bulan november ya seperti ini pohon-pohon sudah mau habis daunnya

Hari ke-5 dan ke-6 (Avignon)

Voilà, Avignon adalah tempat tujuan terakhir kami selama liburan di Selatan Perancis. Avignon terletak di selatan-timur Perancis di departemen Vaucluse di tepi kiri sungai Rhône.

Beberapa penduduk Avignon yang tinggal di pusat kota di tutupi oleh benteng kuno pada abad pertengahan.

_MG_6010

Bentengnya seperti yang ada dibelakang aku ini 😀 benteng inilah yang mengelilingi pusat kota Avignon

_MG_5532

Kantor Walikota Avignon yang berada didalam benteng dan pusat kota

_MG_5549

Salah satu pintu di pusat kota Avignon

Sedikit cerita tentang salah satu tempat yang terkenal untuk wisatawan mancanegara, yang berada di Avignon. Pada tahun 1309 dan 1377 selama Avignon dipimpin oleh Kepausan, ketujuh paus tersebut berturut-turut tinggal di Avignon dan ditahun  1348 dan Paus Clement VI membeli kota tersebut dari Joanna I Naples. Kemudian membangun Palais des Papes atau yang disebut Istana kepausan.

Kekuasaan paus hanya bertahan sampai tahun 1791, selama Revolusi Perancis, bagian tersebut menjadi bagian dari Perancis.

Pusat bersejarah, yang meliputi Palais des Papes, katedral, dan Pont d’Avignon, menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995. monumen abad pertengahan dan tahunan Festival d’Avignon telah membantu untuk membuat pusat kota utama untuk pariwisata.

Berikut foto-fotonya :

_MG_5749

Palais des Papes Avignon

_MG_5650

Boulet de Canon yang teletak di dalam pintu masuk

_MG_5656

_MG_5691

Taman yang terletak didalam Palais des Papes

_MG_5699_MG_5710

_MG_5558

_MG_5690

Tour des Cuisines (Kitchen Tower / Tower Dapur)

_MG_5718

Tower tampak dari dalam

_MG_5554

Pont d’avignon atau Jembatan 

_MG_5557

_MG_5600

Palais des Papes terlihat dari seberang sungai

_MG_5575

Kapal ini terbuka untuk umum, dan selalu menyebrang setiap 15 menit, hanya sampai jam 5-6 sore dan gratis 🙂

_MG_5589

Aku di atas sungai Rhône 😉

_MG_5592

 

Berikut adalah di area Jardin du Rocher des doms yang terletak berdekatan di Istana kepausan di Avignon dan pemandangan panoramanya sangat bagus ketika berada dipuncak taman.

_MG_5753_MG_5754

_MG_5581

Tangga untuk sampai keatas taman 

_MG_5755

_MG_5583

Terdapat Istana dan Benteng di seberang sungai Rhône, tapi sayangnya aku tidak berkesempatan kesana untuk mengunjungi dan melihat-melihat.

Ya seperti inilah pemandangan di kota Avignon, masih tersisa bangunan-bangunan peninggalan pada abad pertengahan.

Perjalanan dari Arles menuju Avignon hanya memakan waktu 18 menit menggunakan kereta api cepat atau TGV.

 

Hari ke-4 (berkeliling di kota Arles)

Karena sebelumnya cuaca di Arles lebih bagus, jadi dihari ke-4 kami hanya berkeliling di Kota Arles dan melihat bangunan kuno peningalan bangsa Roma dengan berhujan-hujanan.

Cuaca mendung dan hujan, maka kami harus membawa jas hujan dan payung, kamera pun kami pakaikan pelastik hehehe 😀 biar tidak basah dan rusak tetapi hanya sedikit photo yang kami ambil 😦

Baiklah perjalanan hari ini kami mulai dan disambut hujan, sepatu ku pun basah, awalnya aku pikir ah hujan sebentar aja kok, nanti juga reda, eh di tunggu-tunggu malah tidak berenti hujannya sampai agak sorean.

_MG_5388

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah pasar. Katanya pasar ini panjang sekali dan banyak yang berjualan berbagai macam, tetapi karena kami kesiangan karena aku sudah mulai dilanda sakit kamipun terlambat mengunjungi, dan juga hujan maka hanya sedikit orang yang kami lihat berjualan dikarenankan hujan.

 

_MG_5397

Berbagai macam buah Zaitun yang sudah di olah, ini adalah salah satu makanan khas di Selatan Perancis, karena cuacanya yang sedikit tropis maka jangan heran banyak sekali perkebunan buah Zaitun yang tumbuh.

_MG_5403

Kami tidak lupa membeli berbagai macam sosis untuk di jadikan oleh-oleh, salah satunya adalah sosis banteng (Taureau)

_MG_5413

_MG_5414

Teater kuno Arles. Teater ini pertama kali di bangun pada abad pertama SM pada masa kekaisaran Augustus.

Cloître Saint-Trophime adalah biara kuno Arles yang berdiri dari abad kedua belas dan abad keempat belas.

Berikut photonya :

Pilar-pilar dari biara tersebut memiliki arti tersendiri salah satunya yaitu menceritakan tentang Samson dan Delilah dan juga tentang Yesus Kristus.

_MG_5429_MG_5443_MG_5428

_MG_5425

Sumur peninggalan dari awal dibangunnya bangunan tersebut, masih tersisa tanda-tanda bekas tali ketika mereka mengambil air

_MG_5434

_MG_5445

Galeri karpet, masing-masing karpet tersebut ada cerita tersendiri loh

Waktunya makan siang karena sudah hampir jam 2 siang, kalau lewat dari jam 2 maka semua restaurant akan tutup dan buka kembali pada saat sebelum jam makan malam 🙂 beginilah di Perancis tidak ada restaurant yang buka dari pagi sampai malam atau bisa dibilang yang non-stop. Tidak seperti di Indo mau jam berapa saja pasti pelanggan akan dilayani.

_MG_5457

Interior di dalam restaurant, kalau diluar ada tamannya dan juga meja-meja dan kursi, tapi sayang karena hujan jadi harus di dalam saja.

Setelah dari sini maka kami memutuskan untuk mengunjungi, Les Cryptoportiques (Le forum souterrain).

_MG_5469

Tempat ini adalah salah satu tepat yang terkenal yang pertama dari koloni Romawi yang didirikan pada 46 SM. Les Cryptoportiques terletak di bawah kantor walikota ,tepatnya  di tengah Place de la Republique di kota Arles.

Bangunan ini berbentuk huruf -U, dan bangunan tersebut di bangun untuk pondasi bangunan yang berada di atas yang disebut forum, karena tidak rata maka dibikinlah pondasi ini. Forum tersebut adalah tempat berkumpulnya orang-orang, entah untuk berjualan maupun tempat pertemuan.

Dan dengan berjalannya waktu,sampai pasa masa romawi, pondasi tersebut dijadikan sebagai ruangan untuk menyimpan bahan makanan.

_MG_5472

Ini adalah tempat pemandian (Les Thermes de Constantin)

Di bawah ini adalah L’Amphithéâtre (Les Arènes)

Hari ke-3 bagian 3 (Berkuda)

Setelah selesai mengunjungi Parc ornithologique de pont de gau, kami tidak lupa untuk menyewa kuda yang berada tepat di depan taman burung yang sebelumnya sudah kami kunjungi.

Kuda tersebut kami sewa untuk melihat banteng-banteng yang ada di area Saintes Maries de la Mer. Dengan harga 25 € / kuda dengan waktu 1.5 jam. Dan juga area disini terkenal juga untuk jalan-jalan dengan berkuda.

Seharusnya kami akan berkuda di keesokan harinya, tetapi setelah melihat ramalan cuaca yang tidak memungkinkan untuk berkuda karena akan ada hujan badai seharian penuh, jadi rencana kami berubah.

Bagi pemula untuk menunggang kuda tidaklah sulit. Kalau mau jalan tinggal pukul sedikit perutnya dengan kaki kita, kemudian kuda tersebut langsung jalan. Nah untuk belok tinggal tarik talinya kemudian arahkan kekanan atau kekiri. Gampang kan ? ini pertama kalinya aku menunggang kuda, awalnya sedikit khawatir karena takut jatuh 🙂 tetapi lama kelamaan seru juga kok, walaupun kaki keram ketika sudah selesai, padahal hanya 1.5 jam tadinya mau menunggang kuda 2 jam, tapi karena harus mengejar bis terakhir untuk ke pulang ke Arles.

_MG_5164

Aku lagi persiapan untuk mengetahui bagaimana cara berkuda

_MG_5284

Aku dan guide kuda di depan, karena kuda yang aku naiki sedikit nakal, sediki-sedikit dia lihat rumput langsung makan, kuda tersebut ada nama tapi aku lupa siapa namanya 😀

_MG_5188

Dibawah ini dalah jenis kuda yang menjadi ciri khas Saintes Maries de la Mer :

Di selatan Perancis sangat terkenal dengan banteng. Selain dijadikan pertunjukan adu banteng, beberapa dari banteng tersebut diolah menjadi makanan, salah satunya adalah sosis dan makan pembuka lainnya.

Berikut banteng yang ada di Saintes Maries de la Mer :

_MG_5215

Kumpulan banteng (Taureau) sedang berjemur

_MG_5209

_MG_5237

_MG_5358
Sunset ketika kami menunggu bis untuk pulang
_MG_5367